Kamis, 02 Juni 2016

Tulisan Yang Mencari Siapa Takdir (Pembaca)-nya




Waktu ngetik ini sebenarnya otak lagi ngebul ide.

Tiba-tiba aja ngerasa perlu bikin satu tempat (LAGI) buat nampung aneka curcolan yang udah mau jebol tapi kudu direm-rem (kalo mau ditulis di blog sebelah). Blog yang dinisbatkan buat mesin pencari. Blog yang udah semakin riuh dan kadang bikin aku rada mikir tiap kali mau posting di sana--entah karena males dikomen jelek ato pengen punya karakter tulisan yang jauh dari 'embel-embel' SEO friendly.

Lelah ketika menulis bukan karena ingin.
Lelah karena semacam ada beban klo begitu ngeklik publish--terus ngerasa harus dibombardir puluhan pengunjung yang dijemput (paksa) pasca blogwalking. Pasca sharing medsos. Padahal aku sendiri paling males keliatan sering online di medsos. Males dibatin ga ada kerjaan. Hehe...

Mungkin bener, lamat-lamat kata pepatah. Kadang perlu juga nulis yang ga usah pusing siapa yang baca. Biarlah tulisan yang di sini kan mencari siapa takdirnya. Tapi teteup di blogku yang sebelah--narget pengunjung juga *laaahhh timpukin akoohh.



Hahahha..

Sekian.

Buya Hamka “Biarlah tulisan itu mengikuti Takdirnya… Biarlah tulisan itu membela dirinya sendiri”.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/isz.singa/biarlah-tulisan-itu-mengikuti-takdirnya_54f41978745513a22b6c84a5
Buya Hamka “Biarlah tulisan itu mengikuti Takdirnya… Biarlah tulisan itu membela dirinya sendiri”.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/isz.singa/biarlah-tulisan-itu-mengikuti-takdirnya_54f41978745513a22b6c84a5